Bakar Batu ala Papua… 11 November 2008
Posted by esumitra2008 in Budaya.Tags: Metode memasak makanan
trackback
Sewaktu penulis masih bertugas di Papua tepatnya Timika dan Tembagapura, ada prosesi yang masih saya ingat yaitu “bakar batu”. Prosesi ini sebenarnya bagian dari adat istiadat sebagian besar suku-suku di Papua. Dan mereka menyebutnya sebagai “Barapen”
Barapen ini dimaksudkan untuk membuktikan proses perdamaian setelah usai perang suku yang sering terjadi disana dan semangat kebersamaan yang timbul diantara suku-suku yang bertikai. Belakangan barapen ini juga sering dilaksanakan untuk upcara adat peresmian suatu tempat milik masyarakat atau menandai acara adat tertentu ataupun syukuran atas keberhasilan yang mereka rasakan.![]()
Prosesnya dimulai dengan mengumpulkan batu kali dalam jumlah banyak yang berukuran sebesar buah kelapa. Lalu batu-batu tersebut dibakar dengan setumpukan kayu bakar hingga panasnya membara. Lalu batu-batu tadi dimasukkan kedalam lubang yang sudah diberikan alas daun pisang, seterusnya diberi alas daun pisang lagi sebelum disusun daging dan sayuran diatasnya biasanya mereka memasak daging babi.
Kesimpulannya bahan makanan yang masak dengan cara tersebut akan matang melalui proses “induksi” mirip dengan metode “microwave”. Sehingga kandungan nutrisi nya tidak tercemar, namun prosesnya itu yang tidak mudah untuk dilakukan secara sederhana. dan yang pasti lebih mahal karena harga batu kalinya saja sudah ratusan ribu satu colt fuso kalau belinya di toko bangunan.
Gambar-2 yang ada saya kutip dari blognya brendes dan menotimika semoga yang empunya gambar tidak marah yaa,,,
lha bagus kalo pas kelililing Indonesia, mengangkat lhasanah kuliner lokal. bagusan lagi dg resep lengkap dan foto hasilnya.
@ Kang Nur,
Thanks atas kunjungan dan komentarnya,,
Sebenarnya blog ini baru aja lahir dan belum ada setahun, sementara sejak sekitar 16 tahun yang lalu saya sudah keliling berbagai daerah dalam rangka tugas kantor. Makanya baru kepikiran untuk berbagi cerita khususnya mengenai kuliner yang sangat eksotis dibelahan Indonesia…..
Berarti resto-nya Pak 2#71 bakal dapat giliran naik posting dong….
Tak tunggu lho…
@ RJ,
Lho resto Pak 2#71 yang mana yang dimaksud prend, saya agak enggak copy tuh (rasidho yang di Makasar bukan???). kalau ada dengan senang hati saya akan angkat
Betul tuh ..kan tempat favorit dulu … coba ingetin sama Joko , dia pasti inget dan ngakak …
@RJ,
tolong bikin avatar dong di wordpress biar keliatan penampakannya geeto loh siapa tahu ada yang naksir, lumayan khan.
just info 2#71 sudah gak operasi lagi mungkin buka usaha ditempar lain. terakhir kali saya kesana tahun 2005an.
salam kenal …………
prend minta bantuannya dunk …..
ku minta data yang lebih detil ga?????????
eh sorry ,,,,
ku minta data yang lebih detil boleh ya??????????
hehe maaf salah,,,
@Bro Denis,
data yang detail kayak apaan, apakah prosesi nya atau explorasi seluruh budaya papua yang terkait dengan kuliner,
sorry telat respond soalnya sibuk—>